Wanda Dwi Ramadhan

AKS0 2014, Fakultas Vokasi , Universitas Airlangga

Waktu

Hukum Pidana - Tujuan, Fungsi, Sumber, Peristiwa Pidana

diposting oleh wandadr-vokasi14 pada 17 April 2017
di Kuliah - 0 komentar

A.    Tujuan Hukum Pidana:

Ada dua macam:

  1. Untuk menakut-nakuti setiap orang agar mereka tidak melakukan perbuatan pidana (fungsi preventif).
  2. Untuk mendidik orang yang telah melakukan perbuatan yang tergolong perbuatan pidana agar mereka menjadi orang yang baik dan dapat diterima kembali dalam masyarakat (fungsi represif).

 

B.     Fungsi Hukum Pidana

Sebagai hukum publik hukum pidana memiliki fungsi sebagai   berikut:

 

  1. Fungsi melindungi kepentingan hukum dari perbuatan yang menyerang atau memperkosanya.
  2. Memberi dasar legitimasi bagi negara dalam rangka negara menjalankan fungsi mempertahankan kepentingan hukum yang dilindungi.
  3. Fungsi mengatur dan membatasi kekuasaan negara dalam rangka negara menjalankan fungsi mempertahankan kepentingan hukum yang dilindungi.

 

C.    Sumber Hukum Pidana

  1. Kitab Undang-Undang Pidana (KUHP) dan penjelasan yang terdiri dari buku I tentang aturan umum, buku II tentang kejahatan dan buku III tentang pelanggaran.
  2. Undang-undang di luar Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

-        Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

-        Undang-undang Tindak Pidana Terorisme (UU No. 15 tahun 2003).

-        Undang-undang Pidana Pencucian Uang (UU No. 15 tahun 2002).

-        Undang-undang Tindak Pidana Ekonomi (UU DRT No. 7 tahun 1955 dan UU No. 8 tahun 1958, PP No. 1 tahun 1960).

-        Undang-undang Narkotika dan Undang-undang Psikotropika ( UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika dan  UU No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

 

 

D.    Peristiwi Pidana

      Peristiwa pidana yang juga disebut tindak pidana (delict) ialah suatu perbuatan atau rangkaian perbuatan yang dapat dikenakan hukuman pidana. Suatu peristiwa hukum yang dapat dinyatakan sebagai peristiwi pidana. Suatu peristiwa hukum yang dapat dinyatakan sebagai peristiwa pidana kalau memenuhi unsur-unsur pidananya. Dan unsur-unsur itu terdiri dari:

  1. Objektif. Yaitu suatu tindakan (perbuatan) yang bertentangan dengan hukum dan mengindahkan akibat yang oleh hukum dilarang dengan ancaman hukum. Yang dijadikan titik utama dari pengertian objektif di sini adalah tindakannya.
  2. Subjektif. Yaitu perbuatan seseorang yang berakibat tidak dikehendaki oleh undang-undang. Sifat unsure ini mengutamakan adanya pelaku (seorang atau beberapa orang).

Dilihat dari unsure-unsur pidana ini, maka kalau ada suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang harus memenuhi persyaratan supaya dapat dinyatakan sebagai peristiwa pidana. Dan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai peristiwa pidana ialah:

  1. Harus ada perbuatan.
  2. Perbuatan itu harus sesuai dengan apa yang dilukiskan dalam ketentuan hukum.
  3. Harus terbukti adanya kesalahan yang dapat dipertanggungjawabkan.
  4. Harus berlawanan dengan hukum.
  5. Harus tersedia ancaman hukumannya.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    57.760