Wanda Dwi Ramadhan

AKS0 2014, Fakultas Vokasi , Universitas Airlangga

Waktu

Hubungan Antar Kelompok

diposting oleh wandadr-vokasi14 pada 28 March 2017
di Kuliah - 0 komentar

Hubungan antar kelompok (intergroup relations) secara umum diartikan sebagai hubungan antara dua kelompok atau lebih yang mempunyai ciri khusus. Terdapat enam dimensi yang mendasari hubungan antara kelompok mayoritas dan kelompok minoritas.

• Dimensi sejarah mengarah pada proses tumbuh dan berkembangnya hubungan sosial antar kelompok
• Dimensi sikap yang terkait dengan bagaimana sikap anggota suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Hal ini biasanya menyangkut masalah stereotipe dan prasangka. Stereotipe mengacu pada suatu citra yang kaku mengenai suatu kelompok ras atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut. Prasangka lebih mengarah pada sikap bermusuhan yang ditujukan kepada suatu kelompok tertentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri yang tidak menyenangkan.

• Dimensi gerakan sosial melihat pada gerakan sosial yang sering dilancarkan oleh suatu kelompok untuk membebaskan diri dari dominasi kelompok lainnya.

• Dimensi perilaku menyangkut perilaku anggota suatu kelompok terhadap anggota kelompok yang lain. Hal ini menyangkut antara lain perilaku diskriminasi dan pemeliharaan jarak sosial.  Diskriminisa berkaitan dengan memperlakukan rasial, etnik, dan minoritas lainnya, secara tidak semestinya, tidak adil, menghakimi mereka berdasarkan kriteria yang tidak relevan.

• Dimensi institusi yang mendasari hubungan antar kelompok meliputi institusi yang ada dalam masyarakat seperti institusi sosial, politik, ekonomi, dan lain-lain yang dapat memperkuat pengendalian sosial, sikap dan hubungan antar kelompok

Pembentukan dan pengembangan hubungan sosial antar kelompok antara lain juga dipengaruhi oleh faktor ras, etnisitas, jenis kelamin, dan usia.

• Dalam kajian sosiologi konsep ras ini berhubungan dengan stratifikasi sosial dan ketidaksamaan. Terdapat karakter ganda yang digunakan untuk menetapkan ras, yaitu berdasarkan ciri-ciri fisik dan biologis, dan ciri-ciri sosial dan budaya. Orang yang lahir dengan ciri-ciri fisik tertentu akan dihubungkan dengan harapan peran serta kedudukan dalam dimensi kekuasaan, prestise dan privilege tertentu. Sedangkan secara sosial, ras dibedakan berdasarkan kelas sosial yang ditempati oleh suatu kelompok.

• Kelompok etnis diartikan sebagai serangkaian orang yang berbagi budaya umum, atau subkultur yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Etnisitas merupakan dasar bagi terbentuknya identitas

• Kategori kelompok sosial berdasarkan jenis kelamin mengakibatkan munculnya stratifikasi sosial yang menempatkan kelompok laki-laki berada pada posisi dominan sedangkan kelompok perempuan berada pada posisi subordinat, atau sebaliknya. Hubungan sosial yang tumbuh dan berkembang di antara kedua kelompok tersebut didasarkan pada anggapan bahwa perbedaan jenis kelamin yang dibawa sejak lahir terkait dengan status dan peran sosial

• Di dalam masyarakat terdapat norma-norma yang mengatur hubungan sosial antara kelompok orang yang berusia tua dengan kelompok orang yang berusia muda. Hubungan sosial yang terjalin di antara kelompok-kelompok ini berhubungan dengan kekuasaan, di mana kelompok dari orang-orang yang berusia muda menempati status yang rendah sedangkan kelompok dari orang-orang yang berusia tua menempati status yang tinggi.

 

Sumber : Inisiasi 5

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    58.565