Wanda Dwi Ramadhan

AKS0 2014, Fakultas Vokasi , Universitas Airlangga

Waktu

ISBD dalam Perspektif Pendidikan Umum serta Latar Belakang dan Arah Pengembangan MBB-ISBD

diposting oleh wandadr-vokasi14 pada 05 March 2017
di Kuliah - 0 komentar

Pendidikan, secara sederhana, didefinisikan sebagai suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk membentuk dan mengembangkan potensi diri seseorang/sekelompok orang (peserta didik). Dimana, pendidikan diarahkan untuk menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual, anggun secara moral, kompeten dan menguasai iptek serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai peran sosial.

 

Di Indonesia, pendidikan harus berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan pada Pancasila dan UUD 45.  Salah satu jenis pendidikan yang diatur dalam UU Sisem Pendidikan Nasional No.2/1989 adalah perihal pendidikan umum.

 

Pendidikan umum menyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat  1) berpikir logis, kritis, dan kreatif; 2) berkomunikasi secara efektif baik oral maupun menulis; 3) dapat membaca secara ekstensif dan berprespekif; 4) menelusuri nilai moral dan estetik, relasi sosial, dan berpikir kritis dalam hal kemanusiaan; 4) mengerti pentingnya institusi sosial, etika, dan norma atau nilai, dan bagaimana individu2 mempengaruhi kejadian dan fungsi dalam institusi2 tersebut di dunia; 5) menghargai ekspresi kreatif dan estetik dan juga pengaruhnya atau implikasinya pada individual dan budaya; 6) mengekspresikan, mendefinisikan, dan menelusuri secara logis pertanyaan-pertanyaan tentang segala sesuatu dalam atau melalui matematika; 7) menggunakan teknologi komputer untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah; 8) mendapatkan fakta, konsep, dan prinsip-prinsip  ilmu pengetahuan alam dan sosial, dalam menerapkan proses ilmiah dalam fenomena alam; 9) mengartikan pentingnya kesehatan dan nilai-nilai kehidupan manusia; 10) memanifestasikan komitmen untuk belajar di sepanjang kehidupannya.

 

Pendidikan Umum adalah pondasi dari segala sesuatu yang berkenaan dengan pendidikan dasar dan pengalaman di perguruan tinggi, yang meliputi pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan nilai-nilai yang didapatkan dari pelajaran apapun yang diperolehnya di Perguruan Tinggi.  Pendidikan umum tidak dibatasi oleh disiplin ilmu. Pendidikan umum ditujukan untuk mengembangkan nilai-nilai keterampilan sosial peserta didik agar dapat hidup dalam suatu masyarakat.

 

Beberapa pakar pendidikan mengatakan bahwa pendidikan umum merupakan pendidikan nilai (value education). Sebagian lagi menunjukan pendidikan umum sebagai pendidikan kepribadian (personality education), pendidikan karakter (character building education), pendidikan kewarganegaraan, dan sebagainya.  Karena adanya unsur pendidikan nilai, pendidikan kepribadian, pendidikan karakter dan pendidikan kewarganegaraan, maka pendidikan umum selanjutnya diletakkan sebagai pondasi bagi mahasiswa agar menjadi makhluk sosial dan budaya yang berilmu pengetahuan, berwatak, berprilaku dan bertanggung jawab secara sosial dan budaya yang baik di sepanjang hidupnya.

 

Dengan demikian, pendidikan tentang nilai merupakan bagian dari pendidikan umum. Pendidikan nilai merupakan isi dari pendidikan umum. Nilai tentang hidup dan kehidupan manusia ditanamkan dari satu generasi ke generasi yang satu melalui apa yang kita sebut dengan proses sosialisasi. Sekolah merupakan salah satu agen sosialisasi yang besar peranannya dalam pembentukkan karakter seorang peserta didik. Untuk itu sekolah/institusi pendidikan berperan dalam proses penanaman nilai-nilai. Pendidikan nilai meliputi pendidikan tentang budi pekerti, nilai, norma dan moral.

 

Budi pekerti adalah buah dari budi nurani yang bersumber pada moral. Sementara, moral bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada alam pikiran. Nilai adalah gagasan atau konsep yang dipandang penting dalam hidup (ada dalam dunia ide), dan dianggap sebagai pedoman hidup  (ada dalam dunia psycho-spiritual).

 

Nilai sebagai suatu gagasan dapat dinilai atas nilai material, nilai kehidupan dan nilai spiritual. Nilai material memaknai sesuatu karena tingkat kenikmatan material. Nilai kehidupan memaknai sesuatu karena pertimbangan pentingnya sesuatu dalam memenuhi standar kehidupan seseorang. Dan, makna spiritual memaknai sesuatu atas keindahan, kebaikan dan kebenaran yang dinyawai oleh pandangan tentag moral dan religiusitas. Kemampuan seseorang dalam menentukan nilai mana yang paling penting dalam dirinya sangat berpengaruh pada pembentukan karakter dan keterampilan sosialnya.

 

Nilai yang menjadi pegangan hidup seseorang terdiri atas unsure etika, estetika dan moral. Etika adalah suatu nilai yang mengatur seseorang atau kelompok dalam bertingkah-laku dan bertindak sosial. Etika adalah ajaran tentang baik dan buruknya suatu sikap, perbuatan, kewajiban, dan sebagainya. Sedangkan, estetika adalah nilai yang menggambarkan keindahan.

 

Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) adalah ilmu yang memiliki kompetensi penguasaan pengetahuan tentang keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat, serta memahami dan menghormati estetika, etika dan nilai-nilai budaya yang menjadi pedoman bagi keteraturan dan kesejahteraan hidup dalam menata hidup bersama dalam masyarakat.

 

Dengan melihat kembali pada penjelasan sebelumnya tentang pendidikan umum, maka jelas bagaimana ISBD merupakan bagian dan pendidikan umum. ISBD sebagai salah satu pendidikan umum yang diberikan di tingkat pendidikan tinggi  (perguruan tinggi) memiliki peranan yang penting dalam sistem pendidikan di Indonesia, dan menjadi suatu ilmu dasar yang wajib dimiliki setiap mahasiswa agar keilmuannya dapat berdampak baik bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

Bila kita melihat kembali penjelasan sebelumnya tentang hakikat dari ISBD, dapat kita tarik kesimpulan bahwa ISBD pada dasarnya adalah ilmu yang menanamkan nilai-nilai berkehidupan bersama.  Inilah yang kemudian membuat ISBD sering juga disebut sebagai MBB-ISBD (Matakuliah Berkehidupan Bersama-Ilmu Sosial Budaya Dasar).

 

Sebagai suatu matakuliah, ISBD memiliki visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai. Dimana, visi pendidikan ISBD adalah membentuk mahasiswa selaku individu dan makhluk sosial yang beradab, memiliki wawasan serta keyakinan untuk bersikap kritis, peka dan arif dalam menghadapi persoalan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat. Sementara, misi pendidikan ISBD adalah: 1) memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat; 2) memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika, moral, hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia; dan 3) memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya , serta mampu bersikap kritis, analitis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat.

 

Dengan melihat pada visi dan misinya di atas, maka MBB-ISBD bertujuan untuk 1) mengembangkan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya yang baik, 2) mengembangkan kemampuan menanggapi masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya secara  kritis dan berwawasan luas, dan 3) mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah-masalah tersebut secara halus, arif dan manusiawi.

 

Masalah sosial budaya adalah masalah atau peristiwa yang timbul akibat interaksi sosial dalam kelompok masyarumbeakat yang bersumber pada perbedaan sosial budaya. Sedangkan, masalah lingkungan sosial budaya adalah peristiwa atau kejadian yang timbul akibat perbuatan tidak manusiawi yang merugikan warga lingkungan sosial budaya, seperti keluarga, desa, kota, kelompok profesi dan sebagainya.

 

Untuk pencapaian tujuan di atas, maka dalam materi MBB-ISBD mahasiswa diberikan pemahaman tentang: 1) manusia sebagai makhluk budaya; 2) manusia dan peradaban; 3) manusia sebagai individu dan makhluk sosial; 4) multikultural dan kesederajatan; 5) manusia, moral dan hukum; 6) manusia, sains dan teknologi, serta 7) manusia dan lingkungan. Pembahasan atas keseluruhannya merupakan ruang lingkup dari ISBD.

 

Oleh karena ISBD lebih bersifat pembahasan tentang fenomena sosial budaya, maka metode pembelajarannya ditujukan untuk melatih kemampuan akan kepekaan, sikap kritis dan kearifan dalam menanggapi dan menangani segala fenomena sosial budaya yang terjadi di dalam masyarakat.  Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah metode pembelajaran  problem based learning dengan menerapkan pendekatan student centre learning. Metode PBL (Problem Based Learning), secara sederhana, adalah suatu metode pembelajaran yang didasarkan  pada penggunaan suatu (masalah atau kejadian) sebagai pemicu bagi siswa didik untuk membangun kepekaan terhadap suatu masalah/kejadian yang terjadi/akan terjadi dan pemikiran kritis serta kemampuan analitisnya dalam menanggapi dan menangani masalah tersebut. Adapun sistem evaluasi yang digunakan untuk mengukur hasil pembelajaran ISBD antara lain mencakup penilaian atas tingkat : knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis, dan evaluation.

 

(dirangkum dari BMP Ilmu Sosial dan Budaya Dasar)

Sumber : Inisiasi 1, ISBD

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    58.566